Selasa, 10 September 2019

SEMESTA BERTASBIH

Pagi ini dalam perjalanan ke negeri tempat saya mengabdi tiba-tiba saya teringat akan judul albumnya penyanyi religi Opick yang berjudul Semesta Bertasbih yang dirilis tahun 2006 dan saya baru membelinya sekitar tahun 2007 - 2008 kala itu ketika saya masih menyelesaikan studi dengan berbagai macam kejadian yang saat memutar lagu-lagu Bang Opick bisa membuat saya termehek-mehek saking kenanya sampe ke sel-sel dalam tubuh ini ☺.
Di tahun 2016, kalimat semesta bertasbih juga mendarat telak dalam organ tubuh saya yang paling kecil dan saat itu saya ikut merasakan bagaimana angin bertasbih dan pohon-pohonpun ikut bertasbih dengan cara mereka. Sehingga ketika dalam tugas keseharian saya, mengikuti derasnya arus air dari hulu ke hilir, mendaki gunung melihat dan menikmati ciptaan Sang Pemilik Semesta, pepohonan yang seiya sekata dengan angin membuat saya mengerti bahwa semesta bersyukur dengan cara mereka. Ya, semesta bertasbih dengan cara mereka, mereka melantunkan puji-pujian dengan cara mereka untuk yang menciptakan semua itu.
Ketika planet bumi ini diciptakan, semua yang berada dalam planet bumi ini masing-masing selalu bertasbih, entah itu yang diciptakan dengan ukuran terkecil maupun sebaliknya (apalagi kita manusia). Konon katanya, dulu suhu di bumi itu semuanya masih dalam batas normal sehingga bumi menjadi satu-satunya tempat yang layak untuk ditinggal, yang kalau tidak ada gas-gas seperti CO2 dan kawan-kawan maka suhu di bumi bisa sampai minus 16 derajat celsius (saya lupa judul buku yang pernah saya baca), dan saya yakin CO2 pun selalu bertasbih dengan caranya.
Suatu ketika, saat saya mengunjungi tempat yang dulunya pernah ada sejarah bahwa disitu pernah ada gunung yang menjulang tinggi dengan tutupan lahan yang eksotis serta berbagai macam manfaat yang semua dirasakan oleh mahluk hidup ciptaan-Nya dan ketika semuanya kembali ke titik nol (versi manusia) maka siklus alam pun tetap berjalan tetap bertasbih tanpa pamrih yang kesemuanya dapat dimaknai berbeda-beda oleh setiap manusia. Ada yang pro dan ada yang kontra (ga usahlah dibahas nanti panjang, mungkin paham saja tidak cukup ☺☺karena sudah menjadi kodratnya bahwa manusia tidak akan pernah puas). Cukup dengan tidak menambah ketidak bertasbihnya mereka ke pencipta-Nya saja yang bisa kita lakukan.
Malam hari adalah kesempatan  bintang,bulan dan berbagai ciptaan-Nya untuk bertasbih dan itu adalah masa mereka, sebaliknya dengan siang hari, matahari yang merupakan aktor utama tidak henti-hentinya bertasbih dengan masa yang diberikan pencipta-Nya. Masa untuk manusia adalah kesemuanya, baik siang atau malam dan Allah Azza wa Jalla memberikan semuanya kepada manusia, mahluk yang paling disayang. Bukan ketika kita mendapat jabatan atau harta dan sesudah itu selesai jabatan dan harta maka masa kita akan berakhir,sama seperti masa nya waktu malam dan siang mereka tetap setia dengan waktu yang diberikan itu tidak pernah meleset.
Mari kita pahami hal-hal yang dapat membuat mereka berhenti sejenak untuk bertasbih dan mereka pun tetap setia bertasbih dengan memohon ampunan kepada Sang Maha Pemberi Ampun.
Buang sampah sembarangan?Buangnya kemana?Dari dalam mobil keluar dan mendarat di jalanan diterbangkan angin ke pinggir jalan dan lama kelamaan bisa  parkir diatas tanah ataupun terbang menuju sungai??sementara air yang bertasbih dari puncak gunung menuju lautan menerima sampah yang sudah tidak digunakan lagi oleh mahluk yang paling berakal dan sampah itu terputar-putar dalam genangan kumpulan air yang sedang bertasbih?? Cukup dengan tidak membuang sampah sembarangan maka kita pun akan didoakan alam (aamiiiin).
Tidak hemat energi??sementara CO2 yang sudah semakin banyak mendiami atmosfer pun akan tetap bertasbih dengan memohon untuk dikuranginya pemakaian energi dari mahluk yang paling berakal.Cukup dengan mencabut carjer ketika selesai menggunakannya atau mematikan lampu yang tidak diperlukan maka kita pun akan didoakan alam (aamiiin).
Ada banyak lagi hal-hal kecil yang bisa kita lakukan yang paling sering diabaikan oleh manusia, karena kita tidak bisa mengatur semilyar manusia yang mendiami bumi cukup diri kita saja yang kita atur untuk hal-hal kecil tersebut.
Bukan kah (sesuai judul buku) Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin??
Subhanallah....
Alhamdulillah...
Allahu Akbar.....


Rabu, 11 September
Pagi Saya Dengan Kalimat Tasbih....


_DM_

Kamis, 05 September 2019

PEMANDANGAN PAGI DI BULAN SEPTEMBER 2019

Pagi ini, masih sama seperti pagi2 kemarin,angin bertiup (kali ini musim angin selatan yang hembusannya kuenceng kadang bisa bikin mobil yang kita kendarai bagi sopir harus kuat menahan setir mobil) dan debu-debu yang beterbangan bisa membuat ISPA kita meningkat serta sinar matahari yang selalu setia menyinari bumi tanpa pamrih....
Beberapa bulan terakhir ini,saya sering membaca peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di sekitar tempat negeri tempat saya mengabdi, bahkan sudah ditetapkan statusnya sebagai status siaga darurat.Dan ada beberapa kali juga ketika kami pulang agak malam, saya melihat kebakaran itu di sepanjang jalan pulang.
Pagi ini, pemandangan yang menguning agak keemas-emasan menghiasi lahan yang kita lewati setiap hari.Sejauh mata memandang pun yang nampak kehijauan hanyalah pegunungan yang berada di kejauhan dengan tutupan vegetasi yang rapat, mungkin kalau kita melihat lebih dekat nasibnya akan sama dengan pemandangan di pinggir jalanan atau kurang lebih sejauh mana mata kita melihatnya.
Ketika membaca Laporan IPCC (Intergovernmental Planel Climate Change atau Panel Pemerintah Antar Perubahan Iklim) seperti yang diberitakan oleh Betahita pada tanggal 12 Agustus 2019, menyatakan bahwa laporan tersebut menggarisbawahi perubahan iklim dan dampaknya terhadap degradasi lahan, keamanan pangan serta emisi gas rumah kaca dimana kekeringan, suhu panas serta kebakaran hutan adalah beberapa dampak dari memanasnya suhu bumi.Mungkin bagi yang membacanya hanya sambil lalu tidak terlalu pusing akan hal tersebut, tapi bagi yang paham akan sedih dan sangat prihatin dengan keadaan ini.
Menurut laporan juga, pada periode 2016-2017 sektor pertanian dan kehutanan diperkirakan menyumbang 23 persen dari total emisi gas rumah kaca.
Teman-teman yang belum begitu paham dengan yang namanya gas rumah kaca, simplenya nih buka google aja search gas rumah kaca pasti ada ☺
Sedikit saya sampaikan disini sumber-sumber utama emisi gas rumah kaca yang ada kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari terutama buat yang bermukim di negeri 9 matahari dan sekitarnya.
Sektor kehutanan yaitu berupa pembakaran hutan atau lahan;
Sektor pertanian berupa penggunaan pupuk dan pembakaran hasil pertanian, lahan sawah dan aktivitas peternakan.
Sektor energi, energi yang digunakan untuk kebutuhan transportasi, industri dan rumah tangga;
Untuk rumah tangga berupa bahan bakar yang digunakan untuk memasak diantaranya listrik, gas/LPG, minyak tanah, dan kayu bakar.
Untuk transportasi berupa konsumsi bahan bakar setiap jenis kendaraan.
Sektor limbah berupa TPA (sanitary landfill), tempat pembuangan sampah yang tidak dapat dikategorikan serta pengolahan dan pembuangan air limbah.
Menurut Buku Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Tahun 2018 pada tahun 2019 rekapitulasi inventarisasi limbah padat dan limbah cair untuk Provinsi Sulawesi Utara (Hasil Perhitungan Tim Penyusun Iventarisasi GRK Prov. Sulut 2014) pada kondisi Business As Usual (BAU) diperkirakan mencapai 492,210 ton e CO2 dimana Manado memiliki kontribusi terbesar 23% dan Bolaang Mongondow posisi ke 4 sebesar 8%. Untuk wilayah-wilayah BMR yang lain kontribusinya adalah Kota Kotamobagu 5,3%, Boltim 2,4%, Bolmut 2,4 % dan Bolsel 2,1% yang kalau dijumlahkan keseluruhan BMR bisa mencapai 20.3 % nyaris mendekati posisi pertama yang dipegang oleh Kota Manado.
Berdasarkan data dari Sign Smart  Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan dan Verifikasi untuk Grafik Total Emisi sampai dengan tahun 2014 sektor lahan merupakan total emisi yang terbanyak sedangkan untukSulawesi Utara secara keseluruhan selain  sektor lahan sektor energi juga merupakan penyumbang emisi terbesar.
Ini data dari tahun 2014 alias 5 tahun yang lalu.Dan wajar saja untuk sekarang panasnya semakin semakin panas sampai beberapa kali lipat.Dan bisa jadi juga emisi dari semua sektor semakin semakin naik...(So dapa rasa skali awu.......☀☀☀).
Dan kalau kita masih acuh tak acuh, tak peduli dengan keadaan ini maka kiamat kecil pun semakin lama semakin membesaaaaaar......
Berbagai usaha dan solusi sudah dilakukan terutama sosialisasi kepada masyarakat bahwa jangan membakar lahan secara sembarangan di musim panas yang ekstrim ini,akan tetapi tetap saja mereka kumabal dan akan kah kita setiap hari kesana kemari bak pemimpin demo untuk memberitahukan kepada mereka jangan membakar sembarangan di musim panas ini??????(kalo ada yang mo suka coba..silahkan....).
Keseimbangan itu sejak jaman dahulu kala selalu ada tapi karena keegoisan dan ke-antropogenik-an manusia sebagai mahluk ciptaan yang paling berakal maka disitulah letak kiamat dunia....
Mungkin ketika alam akan memberi pelajaran baru mahluk yang disebut sebagai manusia akan benar-benar sadar dan bertobat.
Oh ya, hal kecil yang bisa kita lakukan untuk mengurangi panasnya bumi kita yaitu salah satunya adalah hemat energi, kalo so abis pake itu carjer no cabu akang kasiang dari depe strom tetap ba jalan, matikanlah lampu yang tidak diperlukan (ini banyak sx au dimana-mana tenga hari tua lampu tetap ada pasang) dengan jangan buang sampah sambarang (nda usah jo mo cumu itu sampah2 yanga ada dimana-mana dari mou deng malaikat pencabut nyawa so ada itu).
Yang lain bisa cari sendiri dan jangan sok tidak peduli ne karena bumi ini bukan milik anda seorang bukan milik keegoisan anda seorang karena dampaknya yang bisa merasakan adalah kita semua gaaaaiiiiis.....eh ada yg lupa, biasanya juga doa-doa orang teraniaya langsung menembus atap langit..dan bisa jadi juga Allah memberikan pelajaran bagi mereka yg doa-doa orang teraniayanya di dengar.....sekarang aja Allah dah memberi kita pelajaran dengan musim panas yang dah berapa bulan ini dan kalau semakin lama air akan berkurang maka genaplah sudah semua...
Bukankah kita diberi akal agar dapat membaca semuanya..???

Jumat, 6 September 2019
Siang Yang Membara Di Ruangan Belakang Saya
Kantor Ku Sayang Kantor Ku Malang



_DM_

Sabtu, 09 Maret 2019

CATATAN KU TENTANG TAPA BINUNI

"Lariiiii Ibu...."Teriak salah seorang penambang sambil menarik tangan ku untuk ikut dengan mereka mencari tempat berlindung dibalik tebing yg curam..
Terseok-seok ku ikuti langkah mereka melewati lumpur yg salah sedikit saja bisa mendarat dengan sukses ke tanah yg menangis.....
Nyaris setiap mendengar gemuruh bunyi tanah,batu dan air menyatu selalu kalimat itu yg ku dengar.."Lariii Ibuu..."

Hari itu,hujan deras tak berhenti sejak pukul 1 siang sampai malam hari.Aku dan 2 org teman kantor berada di daseng tempat para penambang mencari nafkah sekaligus tempat membuat tanah dan air menangis....
Tak ku sangka,saat kembali mendaki menaiki daseng utk mencari tempat berlindung yg paling aman disitu juga kurasakan maut yg selalu mengintai kami berlima....

Saat terdengar suara longsor dari arah atas daseng,mulut ku komat-kamit memohon kepada Pemilik Alam Semesta utk melindungi kami semua...
Air mata ku jatuh,ya Allah aku belum ingin mati sia2 disini..aku belum ingin jatuh ke jurang bersama2 dgn kumpulan tanah dan batu dari arah atas daseng ini...

Setiap saat kala itu maut selalu mengintai di setiap helaan nafas kami berlima...
Allah menunjukkan kuasax kepada kami bahwa ketika semua peristiwa alam terjadi tidak akan ada yg dapat menghentikannya....

Aku bersyukur,karena seorang penambang yg satu selamat.Padahal posisi dasengx lebih ekstrim dr daseng tempat kami menginap.Lewat tengah malam baru dia (Asry) bisa menyebrang ke daseng kami.

Hujan terus mengguyur punggungan gunung yg terjal dgn elevasi 500an dpl.Empat hari kami terperangkap di atas tanpa bisa berbuat apa2.Bersyukur beras msh ada walaupun selalu menu nasi goreng yg selalu di buat Koki Adi teman kantor ku yg paling setia.

Hari ke lima kami semua bersiap2 utk turun dan pulang.Para penambang yg sdh terbiasa dgn kondisi seperti ini,bisa membaca alam.
Perjalanan pulang pun sgt ekstrim,karena kita akan menyebrang sungai sebanyak 42 kali.
Sungai yg akan ku lalui sudah berubah,ketika dtg tinggi airx hanya sampai di batas lutut.
Saat kembali pulang,sungai2 sudah semakin lebar dan airnya masih deras mengalir dengan ketinggian sampai di leher ku.
Ya Allah...dalam hati aku menangis..kuatkanlah Aku..Aku masih ingin bertemu dgn ketiga anak2 ku...

Mereka para penambang menawari ku saat menyebrang sungai utk memeluk dan memegang leher dr arah belakang.
"Maaf Bu,jgn malu2 ya apapun yg terjadi tangan Ibu jangan dilepaskan"
Dua kali diriku nyaris dibawa derasx air sungai...
Dan berkali-kali diriku menangis dalam hati...

Doa adalah kekuatan awal dan akhir kita..
Sebelum kita mendaki menaiki gunung utk melihat sejauh mana posisi mereka para penambang, melihat bgm proses pengolahan yg di lakukan mereka, tak pernah aku melupakan kewajiban ku...
Dalam dhuha ku kala itu "Ya Allah jaga lah kami bertiga, kami dtg ke tempat ini dgn niat yg mulia"

Dan Allah pun menjawab doa ku...
Diperlihatkan-Nya bgm ketika air,tanah dan udara menyatu...
Bagaimana kita manusia begitu kecil di hadapan-Nya
Bagaimana alam bicara...
Dan bagaimana kita bisa pulang dgn selamat....


* Memory Bagian Hulu Sungai Pindol Tapa Binuni Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Februari 2017*

Rabu, 06 Maret 2019

CATATAN SAYA BUAT ALDI YOYANG

Sembilan hari berlalu, apakah ada diantara mereka ayah mu Nak?
Kenanglah selalu ayah mu sebagai seorang pejuang dalam keluarga..
Yang rela untuk menempuh perjalanan (yang engkau tempuh juga kala itu) untuk mu dan Ibu mu..
Jalan yang ditempuh ayah mu sangat berat karena sama seperti ayah-ayah lain yang ada di permukaan bumi ini yang memikirkan bagaimana caranya agar bisa menafkahi kalian, bisa membeli beras,membeli ikan,membeli sayur, bahan-bahan dapur lainnya dan yang terutama bisa memenuhi semua kebutuhan mu....
Engkau masih terlalu muda untuk memahami, kenapa jalan yg dipilih ayahmu begitu berat..
Ketahuilah Nak, ada saat dimana engkau akan mengerti perjuangan dari ayah mu.
Karena hidup itu butuh perjuangan, dan perjuangan Ayahmu telah selesai. Tapi perjuangan mu masih panjang, jalan mu masih sangat panjang...
Jadilah anak yang kuat untuk diri mu, ibu mu dan keluarga mu...
Jadilah anak yang selalu mencium bumi lima kali dalam sehari yang semua doa mu pasti akan selalu di kabulkan oleh Pemilik Semesta Alam....
Jadilah anak yang selalu ditunggu-tunggu kiriman doa mu untuk ayah mu di sana...

Nak, di luar sana masih banyak orang yang lebih hancur hatinya dengan dinamika hidup di dunia ini..
Ada yang tidak bisa bertahan, ada yang menjadi lebih hebat dengan apa yg telah dilaluinya...
Saya berharap, engkau akan tumbuh menjadi seseorang yang kuat dan hebat yang selalu berkiblat kepada Allah Ajja wa Jalla dan Nabi Muhammad SAW...
Pesan saya, jangan pernah meninggalkan Allah SWT, karena sekarang ini engkau adalah satu dari sekian milyar orang di bumi ini yang dipayungi kasih sayang-Nya...
Jangan pernah membenci alam dengan perstiwa ini..
Sayangilah alam dengan cara mu Nak karena dengan alam engkau bisa tumbuh seperti sekarang walaupun dengan alam juga engkau kehilangan ayah mu..
Sayangilah alam maka alam pun akan menyayangi mu dengan cara yang engkau tidak ketahui...

Salam saya untuk Ibu mu Nak...
Salam saya untuk semua keluarga mu yang lain...
Semoga suatu hari kelak engkau dapat mengingat saya..
Seseorang yang pernah bertemu dengan mu ketika tiga hari setelah kejadian ambruknya lubang tambang dan kita sama2 duduk istirahat di punggungan bukit...
Seseorang yang sangat hancur hatinya melihat mu saat itu...
Seseorang yang nekad menembus jalan yang sulit itu hanya untuk memberitahu mu bahwa disitulah pintu masuk ayah mu...


Salam Sayang Saya Selalu Untuk Mu ALDI YOYANG

Sinindian, Rabu 06 Maret 2019
_ DM_






Senin, 04 Maret 2019

CATATAN SEORANG SAYA TENTANG NEGERI TOTABUAN


Saya yang terlahir di tanah Bolaang Mongondow (sebelum pemekaran) sangat bangga dengan tanah kelahiran saya. Kenapa saya bangga??
Arti dari Lambang Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow dari dulu sampai dengan sekarang adalah : 



1. Bentuk   :  Segi lima sama sisi diatas dasar bentuk jantung berukuran16:21

2. Lukisan  : Dua bulir tangkai padi, tombak dan perisai, bintang, pita nama Bolaang Mongondow
3,. Warna   : Biru muda, hijau tua, kuning emas, merah kehitaman (wijn rood) dan hitam.

Bentuk inti lambang segi lima sama sisi, ukurannya ½ dari luas jantung melambangkan dasar negara kita Pancasila dimana kabupaten Bolaang Mongondow adalah satu bagian organik dari padanya.
Bentuk dasar ialah jantung, yang melambangkan sumber hidup bagi tiap makhluk bernyawa, dimana Bolaang Mongondow diharapkan sebagai salah satu daerah sumber kehidupan bagi daerah-daerah Sulawesi Utara terutama dibidang produksi pangan (beras, jagung, dsb). 
Dua bulir padi masing-masing dengan warna hijau dan kuning melambangkan bahwa daerah Bolaang Mongondow adalah penghasil beras terutama di Sulawesi Utara. Masing-masing bulir tiga jajar dengan dua puluh tiang bulir melambangkan tanggal 23 Maret,tanggal dan bulan lahirnya Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi daerah yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri PP No. 24 tahun 1954.
Tombak dan perisai melambangkan kesatuan kebudayaan daerah Bolaang Mongondow (Bekas 4 swapraja Bolaang Mongondow, Bolaang Uki, Bintauna dan Kaidipang Besar). 
Tombak dan perisai melambangkan patriotisme rakyat Bolaang Mongondow. Warna perang (merah kehitam-hitaman) Wijn Rood pada tombak dan perisai mengandung arti dinamika hidup dan keberanian.Bintang warna kuning emas melambangkan bahwa rakyat Bolaang Mongondow adalah orang-orang beragama yang bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa.
Warna kuning emas segi lima melambangkan belerang dan emas sebagai hasil tambang di daerah Bolaang Mongondow.
Warna hijau tua pada segi lima melambangkan kesuburan, kekayaan daerah dan hasil bumi (padi, jagung, kelapa, kopi, cengkih, kayu dan hasil-hasil hutan lainnya).
Warna hitam pada nama Bolaang Mongondow melambangkan ketekunan dan ketabahan.
Warna biru pada bentuk dasar (jantung) melambangkan : Kesetiaan rakyat Bolaang Mongondow.

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode Dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, luas wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (2.871,65 Km2) sebesar 20,73 % dari luas Provinsi Sulawesi Utara (13.851,64 Km2).
Kabupaten Bolaang Mongondow adalah merupakan kabupaten terluas di Provinsi Sulawesi Utara, yang kalau digabung khusus untuk Bolaang Mongondow Raya (7.145,75 KM2) lebih dari 51,58 % luas dari Provinsi Sulawesi Utara artinya gais BMR tuh luasannya lebih dari setengahnya Sulut....

Mari kita bicara tentang luas kawasan hutan  yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow. Menurut buku Review Zonasi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (2015), luas wilayah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone adalah 282.008,757 Ha dimana khusus untuk Bolaang Mongondow seluas 127.280,825 Ha dan merupakan luasan terbesar dibandingkan dengan Kabupaten Bone Bolango (104.893,75 Ha).

Luas Kawasan Pelestarian Alam (KPA), yaitu luasan TNBNW dan Cagar Alam Gunung Ambang adalah 126.153,28 Ha yang artinya gais, luas KPA ini sebesar 43,93 % dari total luas Kabupaten Bolaang Mongondow. Untuk Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 116.793,60 Ha yang artinya juga adalah seluas 40,67 % dari total luasan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Luasan Hutan lindung sebesar 2,65 % dari total luas Kabupaten Bolaang Mongondow dimana untuk Hutan Lindung ini Bolaang Mongondow menduduki peringkat pertama untuk total luas yang ada.

Ternyata luasan terbesar dari Negeri tempat saya mengabdi adalah Kawasan Pelestarian Alam yang terdiri dari Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Kawasan Cagar Alam Gunung Ambang...(Wooooooooow......!!!) bahkan lebih besar dari Areal Penggunaan Lain (APL) loh....
Terlalu lama saya menulis kalo mau ngejelasin apa guna dan fungsi dari Taman Nasional...
Lebih gampangnya aja nih...kalo Indonesia dikenal di dunia dengan adanya Freeport, maka saya katakan Bolaang Mongondow dikenal di Indonesia (bahkan dunia) dengan adanya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (yg masih belum sadar..please..tepuk jidat anda sendiri dulu yaak..)

Sumber kehidupan kita yang berada di Negeri Totabuan atau Bolaang Mongondow Raya tuh adanya di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan Cagar Alam Gunung Ambang..
Oh ya, coba cek lagi deh di bawah tahun 2017 apakah ada kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow dengan TNBNW????

Kita kembali ke arti dan lambang daerah Kabupaten Bolaang Mongondow yah, terutama yang saya bold di atas warna kuning emas segi lima yang melambangkan emas sebagai hasil tambang di Bolaang Mongondow.
Sudah 7 hari ini, kami semua yang berada di Bolaang Mongondow Raya sangat berduka dengan kejadian ambruknya lubang tambang yang berada di Desa Bakan Kecamatan Lolayan. Dimana lokasi ini berada di wilayah Kontrak Karya-nya PT.J.Resources Bolaang Mongondow. Luas wilayah Kontrak Karyanya PT. JRBM, perusahaan pemegang Kontrak Karya Generasi ke-6 berdasarkan Persetujuan Presiden RI Tahun 1997 yang meliputi hak-hak eksplorasi dan penambangan atas wilayah adalah seluas 58.150 Ha yang terdiri dari dua Blok, Blok Lanut dan Blok Bakan. Luasan KK yang ada di Blok Bakan aadalah 42.188 Ha. Khusus untuk Blok Bakan yang sudah ada dokumen Amdalnya seluas 653,3 Ha.

Kamis kemarin, ketika saya ke lokasi kejadian melalui jalan yang biasaya dilewati para penambang, sy sempat mengambil titik koordinat yang berdekatan dengan lokasi kejadian.Titik koordinat tersebut setelah di overlay ke Peta RKAB nya PT. JRBM berada di posisi sekitar Pit Camp Site (yang sudah ada Amdalnya). Menurut informasi dari media, lokasi kejadian disebut Busa. Dalam RKAB, lokasi busa ini bagian dari Pit Main Ridge. Kenapa dibilang Busa? Karena pada saat eksplorasi sudah ada juga beberapa masyarakat yang mencoba menambang dan ketika ore (rep) diolah menjadi banyak busa. Menurut info dari teman wartawan, ketika beliau bertanya pada penduduk mereka mengatakan bahwa lokasi itu bukan Busa dan ketika di overlay juga dengan peta IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) lokasi tersebut merupakan APL (Areal Penggunaan Lain)....

Bolaang Mongondow berduka..karena sampai dengan sekarang proses evakuasi yang sudah 7 hari ini berjalan sudah 12 orang yang meninggal (1 korban baru kaki kanan yang ditemukan) dan 18 orang selamat. Saya yang sering turun melakukan pemantauan dan pengawasan kegiatan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, berpikir..kira2 orang2 yang sering saya temui di lokasi2 kegiatan penambangan emas tanpa izin ini,adakah mereka diantara para korban tragedi Bakan???

Saya sudah merasakan gimana kerasnya pekerjaan para penambang (kecuali mencari emas itu yg belum saya lakukan) tapi melalui perjalanan yang mereka lalui untuk dapat menuju lokasi butuh pengorbanan yang tidak sedikit.
Saya sudah pernah merasakan bagaimana berada di posisi kemiringan lereng yang curam dan peristiwa alam (longsor) terjadi di bagian atas dari tempat kami menginap (daseng)...dengan maut yang selalu mengintai di setiap memejamkan mata...
Subhanallah....pilihan mereka adalah bertahan, hidup atau mati!
Dan kamis kemarin saya berada pada posisi dimana menyaksikan seorang anak yang berumur 13 tahun mendaki menuju lokasi lubang kejadian untuk melihat apakah sang ayah masih hidup atau tidak???
Untuk saat sekarang, belum ada yang bisa menyalahkan ini salah siapa itu salah siapa...karena alam masih mencari keseimbangannya....
Tulisan saya diatas hanyalah sekedar untuk membuka pikiran kita bahwa ternyata Bolaang Mongondow sebagai Kabupaten terluas dan memiliki berbagai potensi Sumber Daya Alam harus di jaga bersama oleh kita Intau Bolaang Mongondow dengan tetap memegang arti dari lambang daerah Kabupaten Bolaang Mongondow......


Sinindian, Selasa 05 Maret 2019 pukul 00.21 Dini Hari

_DM_