Senin, 04 Maret 2019

CATATAN SEORANG SAYA TENTANG NEGERI TOTABUAN


Saya yang terlahir di tanah Bolaang Mongondow (sebelum pemekaran) sangat bangga dengan tanah kelahiran saya. Kenapa saya bangga??
Arti dari Lambang Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow dari dulu sampai dengan sekarang adalah : 



1. Bentuk   :  Segi lima sama sisi diatas dasar bentuk jantung berukuran16:21

2. Lukisan  : Dua bulir tangkai padi, tombak dan perisai, bintang, pita nama Bolaang Mongondow
3,. Warna   : Biru muda, hijau tua, kuning emas, merah kehitaman (wijn rood) dan hitam.

Bentuk inti lambang segi lima sama sisi, ukurannya ½ dari luas jantung melambangkan dasar negara kita Pancasila dimana kabupaten Bolaang Mongondow adalah satu bagian organik dari padanya.
Bentuk dasar ialah jantung, yang melambangkan sumber hidup bagi tiap makhluk bernyawa, dimana Bolaang Mongondow diharapkan sebagai salah satu daerah sumber kehidupan bagi daerah-daerah Sulawesi Utara terutama dibidang produksi pangan (beras, jagung, dsb). 
Dua bulir padi masing-masing dengan warna hijau dan kuning melambangkan bahwa daerah Bolaang Mongondow adalah penghasil beras terutama di Sulawesi Utara. Masing-masing bulir tiga jajar dengan dua puluh tiang bulir melambangkan tanggal 23 Maret,tanggal dan bulan lahirnya Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi daerah yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri PP No. 24 tahun 1954.
Tombak dan perisai melambangkan kesatuan kebudayaan daerah Bolaang Mongondow (Bekas 4 swapraja Bolaang Mongondow, Bolaang Uki, Bintauna dan Kaidipang Besar). 
Tombak dan perisai melambangkan patriotisme rakyat Bolaang Mongondow. Warna perang (merah kehitam-hitaman) Wijn Rood pada tombak dan perisai mengandung arti dinamika hidup dan keberanian.Bintang warna kuning emas melambangkan bahwa rakyat Bolaang Mongondow adalah orang-orang beragama yang bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa.
Warna kuning emas segi lima melambangkan belerang dan emas sebagai hasil tambang di daerah Bolaang Mongondow.
Warna hijau tua pada segi lima melambangkan kesuburan, kekayaan daerah dan hasil bumi (padi, jagung, kelapa, kopi, cengkih, kayu dan hasil-hasil hutan lainnya).
Warna hitam pada nama Bolaang Mongondow melambangkan ketekunan dan ketabahan.
Warna biru pada bentuk dasar (jantung) melambangkan : Kesetiaan rakyat Bolaang Mongondow.

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode Dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, luas wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (2.871,65 Km2) sebesar 20,73 % dari luas Provinsi Sulawesi Utara (13.851,64 Km2).
Kabupaten Bolaang Mongondow adalah merupakan kabupaten terluas di Provinsi Sulawesi Utara, yang kalau digabung khusus untuk Bolaang Mongondow Raya (7.145,75 KM2) lebih dari 51,58 % luas dari Provinsi Sulawesi Utara artinya gais BMR tuh luasannya lebih dari setengahnya Sulut....

Mari kita bicara tentang luas kawasan hutan  yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow. Menurut buku Review Zonasi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (2015), luas wilayah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone adalah 282.008,757 Ha dimana khusus untuk Bolaang Mongondow seluas 127.280,825 Ha dan merupakan luasan terbesar dibandingkan dengan Kabupaten Bone Bolango (104.893,75 Ha).

Luas Kawasan Pelestarian Alam (KPA), yaitu luasan TNBNW dan Cagar Alam Gunung Ambang adalah 126.153,28 Ha yang artinya gais, luas KPA ini sebesar 43,93 % dari total luas Kabupaten Bolaang Mongondow. Untuk Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 116.793,60 Ha yang artinya juga adalah seluas 40,67 % dari total luasan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Luasan Hutan lindung sebesar 2,65 % dari total luas Kabupaten Bolaang Mongondow dimana untuk Hutan Lindung ini Bolaang Mongondow menduduki peringkat pertama untuk total luas yang ada.

Ternyata luasan terbesar dari Negeri tempat saya mengabdi adalah Kawasan Pelestarian Alam yang terdiri dari Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Kawasan Cagar Alam Gunung Ambang...(Wooooooooow......!!!) bahkan lebih besar dari Areal Penggunaan Lain (APL) loh....
Terlalu lama saya menulis kalo mau ngejelasin apa guna dan fungsi dari Taman Nasional...
Lebih gampangnya aja nih...kalo Indonesia dikenal di dunia dengan adanya Freeport, maka saya katakan Bolaang Mongondow dikenal di Indonesia (bahkan dunia) dengan adanya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (yg masih belum sadar..please..tepuk jidat anda sendiri dulu yaak..)

Sumber kehidupan kita yang berada di Negeri Totabuan atau Bolaang Mongondow Raya tuh adanya di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan Cagar Alam Gunung Ambang..
Oh ya, coba cek lagi deh di bawah tahun 2017 apakah ada kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow dengan TNBNW????

Kita kembali ke arti dan lambang daerah Kabupaten Bolaang Mongondow yah, terutama yang saya bold di atas warna kuning emas segi lima yang melambangkan emas sebagai hasil tambang di Bolaang Mongondow.
Sudah 7 hari ini, kami semua yang berada di Bolaang Mongondow Raya sangat berduka dengan kejadian ambruknya lubang tambang yang berada di Desa Bakan Kecamatan Lolayan. Dimana lokasi ini berada di wilayah Kontrak Karya-nya PT.J.Resources Bolaang Mongondow. Luas wilayah Kontrak Karyanya PT. JRBM, perusahaan pemegang Kontrak Karya Generasi ke-6 berdasarkan Persetujuan Presiden RI Tahun 1997 yang meliputi hak-hak eksplorasi dan penambangan atas wilayah adalah seluas 58.150 Ha yang terdiri dari dua Blok, Blok Lanut dan Blok Bakan. Luasan KK yang ada di Blok Bakan aadalah 42.188 Ha. Khusus untuk Blok Bakan yang sudah ada dokumen Amdalnya seluas 653,3 Ha.

Kamis kemarin, ketika saya ke lokasi kejadian melalui jalan yang biasaya dilewati para penambang, sy sempat mengambil titik koordinat yang berdekatan dengan lokasi kejadian.Titik koordinat tersebut setelah di overlay ke Peta RKAB nya PT. JRBM berada di posisi sekitar Pit Camp Site (yang sudah ada Amdalnya). Menurut informasi dari media, lokasi kejadian disebut Busa. Dalam RKAB, lokasi busa ini bagian dari Pit Main Ridge. Kenapa dibilang Busa? Karena pada saat eksplorasi sudah ada juga beberapa masyarakat yang mencoba menambang dan ketika ore (rep) diolah menjadi banyak busa. Menurut info dari teman wartawan, ketika beliau bertanya pada penduduk mereka mengatakan bahwa lokasi itu bukan Busa dan ketika di overlay juga dengan peta IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) lokasi tersebut merupakan APL (Areal Penggunaan Lain)....

Bolaang Mongondow berduka..karena sampai dengan sekarang proses evakuasi yang sudah 7 hari ini berjalan sudah 12 orang yang meninggal (1 korban baru kaki kanan yang ditemukan) dan 18 orang selamat. Saya yang sering turun melakukan pemantauan dan pengawasan kegiatan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, berpikir..kira2 orang2 yang sering saya temui di lokasi2 kegiatan penambangan emas tanpa izin ini,adakah mereka diantara para korban tragedi Bakan???

Saya sudah merasakan gimana kerasnya pekerjaan para penambang (kecuali mencari emas itu yg belum saya lakukan) tapi melalui perjalanan yang mereka lalui untuk dapat menuju lokasi butuh pengorbanan yang tidak sedikit.
Saya sudah pernah merasakan bagaimana berada di posisi kemiringan lereng yang curam dan peristiwa alam (longsor) terjadi di bagian atas dari tempat kami menginap (daseng)...dengan maut yang selalu mengintai di setiap memejamkan mata...
Subhanallah....pilihan mereka adalah bertahan, hidup atau mati!
Dan kamis kemarin saya berada pada posisi dimana menyaksikan seorang anak yang berumur 13 tahun mendaki menuju lokasi lubang kejadian untuk melihat apakah sang ayah masih hidup atau tidak???
Untuk saat sekarang, belum ada yang bisa menyalahkan ini salah siapa itu salah siapa...karena alam masih mencari keseimbangannya....
Tulisan saya diatas hanyalah sekedar untuk membuka pikiran kita bahwa ternyata Bolaang Mongondow sebagai Kabupaten terluas dan memiliki berbagai potensi Sumber Daya Alam harus di jaga bersama oleh kita Intau Bolaang Mongondow dengan tetap memegang arti dari lambang daerah Kabupaten Bolaang Mongondow......


Sinindian, Selasa 05 Maret 2019 pukul 00.21 Dini Hari

_DM_







Tidak ada komentar:

Posting Komentar