PRAY FOR SANG TOMBOLANG
Hari ini di handphone saya banyak kiriman via WA maupun di FB tentang bencana banjir di salah satu Kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, tepatnya di Kecamatan dengan luas wilayah terbesar di Kabupaten Bolaang Mongondow yaitu Kecamatan Sang Tombolang. Luas Kecamatan Sang Tombolang yaitu 57.686,84544 ha atau 576,86 km2 atau sekitar 17,4% total luas wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow. Kec. Sang Tombolang terdiri dari 12 Desa yaitu :
- Desa Pangi
- Desa Domisil Moonow
- Desa Maelang
- Desa Lolanan
- Desa Bolangat
- Desa Babo
- Desa Ayong
- Desa Cempaka
- Desa Batu Merah
- Desa Pasir Putih
- Desa Pangi Timur
- Desa Bolangat Timur
Adapun sungai-sungai yang melintas desa-desa terdampak (Kecamatan Sang Tombolang Dalam Angka 2020 ) adalah :
- Desa Pangi ; Sungai Bait
- Desa Domisil Moonow : Sungai Sapanae, Sungai Domisil, Sungai Salurang
- Desa Maelang : Sungai Tondukon
- Desa Bolangat : Sungai Ibolangat dan Sungai Lemong
- Desa Batu Merah : Sungai Singkul
Dalam Buku Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Satuan Wilayah Pengelolaan (SWP) DAS Sangkub Langi, secara administrasi termasuk dalam Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Luas SWP DAS Sangkub Langi adalah 287.019 ha yang terbagi dalam 8 SWP Sub DAS, yaitu :
- SWP Sub DAS Ayong yang memiliki 8 sungai diantaranya adalah Sungai Ayong, Modapaan, Pangi, Sauk, Bayabuta, dan Baturapa. Sungai Ayong dipilih menjadi sungai utama karena memiliki panjang sungai yang terpanjang diantara yang lainnya.
- SWP Sub DAS Biontong yang memiliki 6 sungai diantaranya adalah Sungau Bohabak, Biontong, Mome dan Nono. Sungai Biontong dipilih menjadi sungai utama karena memiliki panjang sungai yang terpanjang diantara yang lainnya.
- SWP Sub DAS Biyou memiliki outlet pada Sungai Sangkub. Sungai Biyou merupakan cabang sungai dari Sungai Sangkub.
- SWP Sub DAS Bolangitang yang memiliki 16 sungai, diantaranya adalah Sungai Keakar, Nunuka, Saleo, dan Sungai Bolangitang. Sungai Bolangitang dipilih menjadi sungai utama karena memiliki panjang sungai yang terpanjang diantara yang lainnya.
- SWP Sub DAS Gambuta memiliki outlet pada Sungai Sangkub. Sungai Gambuta merupakan cabang sungai dari sungai Sangkub.
- SWP Sub DAS Lolak yang memiliki 3 Sungai diantaranya adalah Sungai Dulangon, Sungai Motabang dan Sungai Lolak. Sungai Lolak dipilih menjadi sungai utama karena memiliki panjang sungai yang terpanjang diantara yang lainnya.
- SWP Sub DAS Maelang yang memiliki 22 sungai diantaranya adalah Sungai Pangi, Domisil, Moilobai, Posyanga, Bolangat dan Sungai Maelang. Sungai Maelang dipilih menjadi sungai utama karena memiliki panjang sungai yang terpanjang diantara yang lainnya.
- SWP Sub DAS Sangkub, hanya terdapat satu sungai pada SWP Sub DAS Sangkub yaitu Sungai Sangkub.
Masih terbayang kejadian banjir yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow pada hari Rabu Tanggal 4 Maret dini hari Tahun 2020 yang berdampak di 51 Desa tersebar di 4 Kecamatan (Bintauna, Bolangitang Barat, Bolangitang Timur dan Sangkub) untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Desa Domisil Kecamatan Sang Tombolang Kabupaten Bolaang Mongondow dan 18 DAS.
Penyebab banjir berdasarkan Analisis Kejadian Banjir Bolmut-Bolmong oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Tondano (BP DAS HL Tondaano) Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, KLHK Tahun 2020 adalah :
- Curah hujan mencapai 82,4 - 321,2 mm/hari (BMKG)
- Kapasitas pengaliran kecil
- Tanah jenuh air dan jumlah curah hujan tidak mampu ditampung oleh badan sungai
- Teknik pertanian tidak memperhatikan konservasi tanah dan air
- Perambahan kawasan hutan
- Kondisi topografi yang curam di wilayah hulu yang rentan longsor
Nama DAS yang masuk wilayah Lahan Sangat Kritis yaitu DAS Bait (23,88 ha), DAS Minanga Pangi (0,35 ha) dan DAS Sangkub (4,14 ha). Untuk Lahan Kritis diantaranya adalah DAS Domisil (152,57 ha), DAS Minanga Pangi (13,86 ha).
Penggunaan lahan yang terbesar untuk DAS Minanga Pangi adalah :
- Semak belukar (305,96 ha)
- Pertanian lahan kering campur (227,08 ha)
- Pertanian lahan kering (30,21 ha)
- Permukiman (17,45 ha)
- Hutan lahan kering sekunder (11,62 ha)
- Total : 592,32 ha
Penggunaan lahan yang terbesar untuk DAS Domisil adalah :
- Semak belukar (346,39 ha)
- Pertanian lahan kering campur (194,30 ha)
- Hutan lahan kering sekunder (126,26 ha)
- Pertanian lahan kering (114,25 ha)
- Permukiman (9,65 ha)
- Sawah (3,84 ha)
- Total : 794,68 ha
Jumlah industri mikro dan kecil menurut bahan baku utama berupa bahan baku kayu (Kecamatan Sang Tombolang Dalam Angka 2020 ) diantaranya ada di Desa :
- Desa Pangi : 2
- Desa Domisil Moonow : 1
- Desa Ayong : 1
- Desa Pangi Timur : 3
Jumlah kejadian Tanah Longsor di Tahun 2019 yaitu di Desa Bolangat Timur, Tahun 2020 di Desa Batu Merah, Desa Domisil Moonow dan Desa Pangi Timur.
Jumlah kejadian Banjir di Tahun 2019 yaitu di Desa Batu Merah (2) dan di Tahun 2020 Desa Batu Merah (1).
Jumlah kejadian Banjir Bandang di Tahun 2019 yaitu di Desa Bolangat Timur dan di Tahun 2020 di Desa Pangi, Desa Domisil Moonow dengan korban jiwa 1 (satu) orang dan Desa Bolangat Timur.
Untuk Bencana Alam dan Mitigasi Bencana Alam yaitu berupa :
- Sistem peringatan dini Bencana Alam hanya terdapat di Desa Lolanan
- Perlengkapan keselamatan desa hanya terdapat di Desa Lolanan
- Rambu-rambu dan jalur evakuasi hanya terdapat di Desa Lolanan
Faktor manusia yang mempengaruhi kejadian banjir DAS Minanga Pangi yaitu aktifitas penggunaan lahan berupa :
- RPDAST : Tidak ada
- Pertambangan : Tidak ada
- Perkebunan : Ada
- HPH/HTI : Tidak ada
- Penebangan liar/Perambahan : Ada
- Kegiatan RHL yang telah dilaksanakan : Ada
Faktor manusia yang mempengaruhi kejadian banjir DAS Domisil yaitu aktifitas penggunaan lahan berupa :
- RPDAST : Tidak ada
- Pertambangan : Tidak ada
- Perkebunan : Ada
- HPH/HTI : Tidak ada
- Penebangan liar/Perambahan : Ada
- Kegiatan RHL yang telah dilaksanakan : Ada
Daya Dukung Daya Tampung Kecamatan Sang Tombolang untuk Indeks Jasa Lingkungan Pengatur Mitigasi Banjir yang rendah dengan Penutupan Lahan berupa :
- Semak Belukar : 5.066,585 ha
- Sawah : 1080,2645 ha
- Tegalan : 908,062 ha
- Perkebunan : 349,1244 ha
- Permukiman : 100,9361 ha
- Tanah kosong/gundul : 19,7339 ha
Rencana Program dan Kegiatan untuk Kegiatan Prioritas 10 tahun pertama (2012 - 2021) dalam Buku Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Satuan Wilayah Pengelolaan (SWP) DAS Sangkub Langi, 2010 :
A. Pengelolaan Daerah Tangkapan Air (DTA)
1. Rehabilitasi Kawasan Konservasi :
- Reboisasi Kawasan Taman Nasional (BTNBNW) Sasaran : Lahan Kritis Hulu Sungai Lolak dan Sungai Sangkub
- Pengendalian Ilegal Logging (BTNBW) Sasaran : Kawasan TNBNW
- Pengendalian Perladangan (BTNBW) Sasaran : Pembinaan Peladang
2. Pengelolaan Hutan Lindung :
- Reboisasi Hutan Lindung (Dinas Kehutanan) Sasaran : DTA Bendung Lolak dan Sangkub
- Pengendalian Ilegal Loging (BTNBNW) Sasaran : Kawasan TNBNW
- Pengendalian Perladangan (BP4K/Dinas Kehutanan) Sasaran : Pembinaan penyuluhan
3. Pengelolaan Hutan Produksi :
- Pengembangan KPHP (Dinas Kehutanan dan BPKH)
4. Pengelolaan Kawasan Budidaya Pertanian :
- Pengembangan Usaha Tani Konservasi Tanaman Semusim (Dinas Pertanian) Sasaran : Demplot
- Peremajaan Tanaman Kelapa (Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian ) Sasaran : Peningkatan Produksi dan Perluasan Areal
B. Pengelolaan Sumber Daya Air
1. Perencanaan Konservasi Sumber Daya Air
- Penyusunan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air (BWS dan Dinas PUPR)
- Pembuatan Katalog Sungai, Mata Air dan Danau (BWS dan Dinas PUPR)
- SID Pembangunan Cekdam Sungai Yang Berpotensi Sedimentasi Tinggi (BWS dan Dinas PUPR)
- Pembangunan Stasiun Hidrologi (BWS dan Dinas PUPR)
- Penguatan Kelembagaan Petani Pengguna Air (BWS dan Dinas PUPR)
- Gerakan/Penyuluhan Masyarakat Hemat dan Cnta Air (BWS dan DLH)
- Pengembangan Sistem Peringatan Dini Bahaya Banjir (BWS dan Dinas PUPR)
- Sosialisasi Peraturan Perlindungan Sempadan Sungai
- Sosialisasi Peraturan Pengendalian Pencemaran Sungai (DLH)
- Pengendalian Dampak PETI terhadap Sarana Irigasi (DLH)
- Peningkatan Pastisipasi Masyarakat Dalam Pemeliharaan Sarana Irigasi (BWS)
2. Pengendalian Daya Rusak Air
- Pembangunan Tanggul Pengaman Sungai (BWS dan Dinas PUPR)
- Pembangunan Bangunan Pengendali Tanah Longsor (BWS dan Dinas PUPR)
Kejadian banjir akan selalu mengingatkan kita bahwa alam mempunyai cara sendiri untuk mengingatkan kita manusia. Perlu adanya kolaborasi, bersinergi serta koordinasi di setiap OPD untuk memitigasi bencana banjir yang kerap terjadi di setiap 2 tahun terakhir ini.
_DM_
Sumber Data :
- Buku Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Satuan Wilayah Pengelolaan (SWP) DAS Sangkub Langi, 2010.
- Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow, 2019.
- Analisis Kejadian Banjir Bolmut-Bolmong 4 Maret 2020, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Tondano (BP DAS HL Tondaano) Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tahun 2020.
- Kecamatan Sang Tombolang Dalam Angka, BPS. 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar