CATATAN SAYA TENTANG BANJIR
Berdasarkan jejak digital (agak susah saya mencari data bencana yg ada dalam dokumen DIKPLHD (Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup daerah)/SLHD (Status Lingkungan Hidup Daerah), ada sih tapi lebih gampang via mbah google aja) kejadian banjir di wilayah Negeri Totabuan khususnya tempat saya mengabdi yang saya sebut dengan hormat Kabupaten Bolaang Mongondow antara lain :
1. 7 Februari 2018 di Kecamatan Poigar.
2. Februari 2017 di Desa Pindol Kec. Lolak (saya berada di bagian hulu ketika banjir bandang terjadi kala itu)
3. 14 Agustus 2017 Desa Mondatong Baru Kecamatan Poigar.
3. 14 Agustus 2017 Desa Mondatong Baru Kecamatan Poigar.
4. 15 Agustus 2017 di DesaWangga Baru Kec. Dumoga Barat
5. 16 Agustus 2017 di Desa Mengkang Kecamatan Lolayan.
6. 17 Agustus 2017 di Desa Dumoga I dan Kelurahan Imandi Kec. Dumoga Timur, Desa Mogoyunggung, Desa Werdhi Agung, dan beberapa desa di wilayah Kec. Dumoga Tenggara, Dumoga Tengah dan Dumoga Utara.
7. 18 September 2017 di Desa Bakan dan Desa Tanoyan Utara.
8. 4 Februari 2015 di Inobonto dan Desa Ambang, Desa Diat, Desa Tuyat, Desa Tandu.
9. Juli dan Agusutus 2014 Desa Mengkang Kec. Lolayan.
10. 16 Maret 2014 di Desa Maelang, Desa Lolanan, DesaCempaka,Desa Ayong dan Desa Bolangat.
11. 9 Agustus 2013 di Desa Mogoyunggung, Imandi dan Dondomon
12. 25 Juni 2006 di 9 Kecamatan diantaranya Dumoga Timur, Dumoga Barat, Dumoga Utara, Lolayan, Pinolosian, Lolak,Sang Tombolang, Bilalang.
Banjir merupakan peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan (wikipedia). Ada berbagai macam tentang jenis-jenis banjir diantaranya ada banjir biasa, banjir bandang, banjir rob dan banjir longsor (silahkan cari sendiri definisinya) yang pasti menurut saya kalau sudah banjir berarti kita harus selalu waspada.
Penyebab Banjir ?Ayooo silahkan cari sendiri..karena anak-anak PAUD saja dah tau apa yang menyebabkan banjir.
Berawal dari tulisannya Bang Denny Siregar di salah satu media sosial yang berjudul "TIAP TAHUN BANJIR TAPI KITA SEMAKIN BODOH' dan peristiwa banjir di awal tahun ini membuat saya jadi ingin tahu dengan kejadian banjir di negeri tempat saya mengabdi. Oh ya, saya bukan ahli banjir yak....
Ayo kita review lagi peristiwa banjir sesuai rekam jejak digital diatas untuk tahun 2018 dan 2017 wilayah Kecamatan Poigar mendapat bagian. Kita cek lagi bagian hulu wilayah Poigar ini berada di Daerah Aliran Sungai mana ?
DAS Poigar tepatnya merupakan wilayah dari daerah yang dilanda banjir. Berdasarkan Buku Pengelolaan DAS Poigar Tahun 2010 (mdh2an nda salah tahunnya) yang disusun oleh Balai Pengelolaan Wilayah DAS Tondano ada banyak kegiatan untuk merehabilitasi wilayah DAS Poigar ini. Sudah jalan apa belum? Oh ya, daerah bagian hulunya ada Kawasan Cagar Alam Gunung Ambang yang berada di 3 wilayah administrasi pemerintahan yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang mongondow Timur dan Kabupaten Minahasa Selatan.
Berikutnya tahun 2017 di wilayah Kecamatan Dumoga bersatu dan Kecamatan Lolayan. DAS di wilayah ini adalah DAS Dumoga Mongondow yang merupakan salah satu DAS prioritas program KLHK yang daerah bagian hulunya merupakan Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Buku tentang Pengelolaan DAS Dumoga-Mongondow ini disusun oleh Balai Pengelolaan Wilayah DAS Tondano pada tahun 2009 (mudah-mudahan ga ketukar tahunnya).Apakah program rehabilitasi DAS nya dah jalan ?
Tahun 2014 kali ini melanda wilayah Kec. Sang Tombolang dan sekitarnya. Wilayah DAS di daerah ini adalah DAS Sangkub Langi yang disusun (masih) oleh Balai Wilayah Pengelolaan DAS Tondano tahun 2011 (mudah-mudahan tahun yang dipakai masih benar). Daerah bagian hulu wilayah DAS ini masih berada di Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Oh ya, wilayah DAS ini meliputi dua wilayah administrasi pemerintahan yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
September kemarin hasil dari FGD Kecamatan untuk Revisi RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow, banjir merupakan persoalan yang terdapat di 12 wilayah Kecamatan. Dari 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow, sebagian besar bagian hulu wilayah DAS berada di Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (wilayah Dumoga Bersatu 6 Kecamatan, Kecamatan Lolak, Kecamatan Sang Tombolang dan Kecamatan Lolayan). Untuk Kecamatan Passi Timur Poigar, Bolaang, Bolaang Timur, Bilalang dan Passi Barat bagian hulu wilayah DAS-nya berada di Kawasan Cagar Alam Gunung Ambang.
Peta Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup untuk Kinerja Jasa Lingkungan Pengatur Mitigasi Bencana Banjir sangat tinggi berada di sebagian wilayah Kec. Dumoga Tenggara, Dumoga Utara,Dumoga Barat, Lolayan, Sang Tombolang, Lolak, Passi Timur, Bilalang, Poigar dan Bolaang Timur. Sementara untuk yang sangat rendah berada di sebagian wilayah Bolaang dan Bolaang Timur.
Data dari BMKG lewat Kasubid Informasi Iklim dan Kualitas Udara Bapak Siswanto Pada Tanggal 2 Januari 2020 lewat media online detiknews "Dari pengukuran meteorologi tercatat pertama kali jaman Belanda pada tahun 1866, curah hujan tertinggi hanya 185,1 mm/hari. Sementara untuk tahun 2020 merupakan curah hujan tertinggi sejak 154 tahun yang lalu yaitu sebesar 377 mm/hari". Itu untuk wilayah DKI Jakarta.
Bolaang Mongondow?
Data Curah Hujan pada Buku Bolaang Mongondow Dalam Angka :
1. Tertinggi di tahun 2017 pada bulan Januari 680 mm.
2. Tertinggi di tahun 2016 pada bulan Desember 485 mm.
3. Tertinggi di tahun 2015 pada bulan januari 1.718 mm.
4. Tertinggi di tahun 2014 pada bulan Desember 2.313 mm.
5. tertinggi di tahun 2013 pada bulan Desember 1.997 mm.
6. Tertinggi di tahun 2012 pada bulan Desember 2.629 mm.
7. Tertinggi di tahun 2011 pada bulan Januari 10.570 mm.
8. Tertinggi di tahun 2010 pada bulan Januari 1.939,7 mm.
Sejak tahun 2010 curah hujan tertinggi itu berada di bulan Desember dan Januari. Dibandingkan dengan DKI Jakarta, wilayah negeri tempat saya mengabdi curah hujannya jauh lebih besar beberapa kali lipat dibanding dengan curah hujan di tahun 2020. Dan kejadian banjir di negeri tempat saya mengabdi pun belum terjadi ketika saat curah hujan terbesar ada yaitu di bulan-bulan Desember dan Januari (mungkin ada tapi saya belum dapat datanya).
Khusus untuk wilayah di Kecamatan Dumoga Bersatu, Sang Tombolang, Lolak, Lolayan, Passi Timur, Poigar dan Bilalang harus benar-benar dijaga bagian hulunya.
Berdasarkan data curah hujan setidaknya kita dapat mempersiapkan atas segala kemungkinan yang bisa terjadi
Yang pasti saya sangat berharap bahwa banjir itu tidak akan pernah datang menyapa di Negeri Totabuan Yang Kaya Raya ini.....
Pesan saya :
Untuk yang suka menebang pohon di bagian hulu Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone semoga cepat sadar.....
Untuk yang suka menebang pohon di bagian hulu Kawasan Cagar Alam Gunung Ambang semoga cepat sadar..
Banyak-banyak nonton TV untuk melihat bagaimana peristiwa banjir yang melanda negeri kita ini...
Untuk yang suka buang sampah sembarangan semoga sampahnya tidak akan balik lagi ke anda......
Pesan yang lainnya semoga disampaikan langsung oleh Semesta kepada para pelakunya.......(aamiiiin...)
Lolak, 9 Januari 2020
Deasy Makalalag
Khusus untuk wilayah di Kecamatan Dumoga Bersatu, Sang Tombolang, Lolak, Lolayan, Passi Timur, Poigar dan Bilalang harus benar-benar dijaga bagian hulunya.
Berdasarkan data curah hujan setidaknya kita dapat mempersiapkan atas segala kemungkinan yang bisa terjadi
Yang pasti saya sangat berharap bahwa banjir itu tidak akan pernah datang menyapa di Negeri Totabuan Yang Kaya Raya ini.....
Pesan saya :
Untuk yang suka menebang pohon di bagian hulu Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone semoga cepat sadar.....
Untuk yang suka menebang pohon di bagian hulu Kawasan Cagar Alam Gunung Ambang semoga cepat sadar..
Banyak-banyak nonton TV untuk melihat bagaimana peristiwa banjir yang melanda negeri kita ini...
Untuk yang suka buang sampah sembarangan semoga sampahnya tidak akan balik lagi ke anda......
Pesan yang lainnya semoga disampaikan langsung oleh Semesta kepada para pelakunya.......(aamiiiin...)
Lolak, 9 Januari 2020
Deasy Makalalag
